SELAMAT DATANG

Terima Kasih Atas Kunjungannya

Sabtu, 30 Januari 2010

Natur Kultur


Masyarakat pulau Sepanjang memiliki keanekaragaman natur maupun kultur yang unik. Potensi alam berupa flora dan fauna di pulau itu pernah mengalami masa kejayaan, terutama dikenal akan hasil hutan berupa kayu jati, namun kini keberadaan mulai menipis akibat ulah manusia yang kurang bertangung jawab terhadap kelestarian alam. Melihat kandungan alam yang besar, sebuah perusahaan minyak dan gas yakni Kangean Energi Indonesia (KEI) melakukan eksplorasi di pulau itu. Disamping bertujuan dapat menyerap tenaga kerja setempat, juga belajar secara bersama-sama bagaimana mengelola hasil alam yang bermamfaat dan berhasil guna demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat banyak.
Masyarakat di pulau Sepanjang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani serta memiliki adat istiadat Sundrang yakni disaat seorang calon suami akan meminang calon istri, maka besarnya finansial yang akan diberikan (red: cendera mata) ditentukan oleh pihak calon mertua perempuan. Dalam pandangan budaya, ada plus minus terhadap tradisi semacam itu. Sisi positif, agar perkawinannya terlihat begitu sakral dan tak mudah bagi suami mempermainkan istrinya. Sedangkan sisi negatifnya, apabila pihak calon suami tidak mampu dengan permintaan calon mertua perempuan, maka calon suami mengambil jalan pintas mengajak calon istri kawin lari.
Rumah adat masyarakat Sepanjang mayoritas rumah panggung yang terbuat dari kayu, sementara bahasa sehari-hari yang digunakan ada tiga bahasa yakni Bahasa Bajo, Mandar dan Kangean.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar